Bermain Peran Agar Cerdas Emosi Bag2

Nilai plus anak mengikuti kegiatan ini adalah melatih keberanian dan memupuk rasa percaya diri, serta membantu ia memahami perasaan orang lain melalui peran yang dimainkannya. Pertanyaannya, apakah mungkin role play dilakukan di rumah? Sangat mungkin! Bahkan, bermain peran bisa menjadi salah satu aktivitas harian di rumah ketika anak tak ingin bermain keluar rumah. Lewat kegiatan ini, anak berakting dan menampilkan pengalaman yang pernah ia lihat atau yang menarik perhatiannya.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Anak bereksperimen dalam membuat keputusan tentang bagaimana seharusnya tokoh yang ia perankan berperilaku dan mempraktikkan keterampilan sosialnya. Bermain peran mendorong anak untuk mereka ulang beragam pengalaman dari apa yang selama ini ia lihat, dengar, rasakan, sentuh, dan alami. Sebetulnya, tanpa kita stimulasi lebih jauh, periode prasekolah memang sedang masanya anak bermain peran.

Anak sendiri terdorong un tuk mewujudkan apa yang ia bayangkan , melalui mainan-ma inan yang ia miliki. Kadang ia juga akan meminta kita ikut serta terlibat dalam imajinasinya. “Ayah jadi monster, aku jadi Bima-X!” atau “Ma, di situ ada kebakaran, ayo kita padamkan sama-sama!” mungkin sering terucap dari mulut mungilnya. Yang perlu kita lakukan adalah ikut terlibat aktif di dalamnya, sehingga anak merasa mendapat dukungan dari kita untuk terus mengasah imajinasinya.

Mengembangkan Berbagai Keterampilan

Bermain peran mungkin terlihat sebagai aktivitas yang sangat sederhana, tetapi anak belajar banyak hal darinya, seperti memakai pakaian dan bagaimana bekerja sama serta berbagi dengan orang lain. Beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam mendorong anak bermain peran di rumah adalah: ? Berikan anak sebuah ruang atau pojok di rumah untuk bermain peran. Tempatkan beberapa mainan yang bisa menjadi properti bermain peran.

Contoh, masak-masakan, peralatan dokter-dokteran, lego, dan lainnya. Jika punya tenda mainan, kita pun bisa memasangnya atau manfaatkan furnitur seperti sofa atau meja makan yang diberi selembar kain lebar sehingga mirip tenda. ? Tak perlu membelikan anak versi mini dari peralatan sungguhan. Biarkan ia berkreasi dengan barang-barang yang ada di rumah. Mungkin saja anak menumpuk beberapa lego dan mengatakan itu sebuah saxophone atau malah bisa jadi gitar. Juga bagaimana mobil-mobilan bisa menjadi “camilan” pura-pura yang kita pesan saat anak bertindak sebagai empunya restoran.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *