Jenderal Yang Mengakrabi Facebook Bag10

Maung Aung Myoe, penulis bukuBuilding the Tatmadaw: Myanmar Armed Forces Since 1948, mengatakan Min Aung sebenarnya ingin memperbaiki citra buruk Tatmadaw, yang dicap represif selama puluhan tahun. ”Dia ingin militer dipandang sebagai putra dan putri rakyat,” kata Maung kepada Reuters. Namun, untuk isu Rohingya, Min Aung tampaknya memilih tak acuh atas anggapan komunitas global terhadap Tatmadaw.

Min Aung juga bergeming dalam isu transisi politik. Belum ada gelagat ia bakal menyerahkan kekuasaan junta kepada rezim sipil Aung San Suu Kyi. ”Masih terlalu dini,” ujar Min Aung dalam wawancara dengan The Washington Post, yang dimuat di laman Facebooknya. Di tampuk kuasa Min Aung, tentara belum akan segera kembali ke barak. ”Waktu terbaik mungkin datang saat ada kedamaian dan stabilitas total di negara ini.”

Kacamata Anti Sinar Biru untuk Anak

Baja Lancung Masuk Konstruksi bag13

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan membenarkan ada pembahasan soal kriteria investasi untuk industri baja. ”Ini sudah lama dibahas dengan asosiasi,” kata Suryawirawan, Rabu pekan lalu. Tujuannya agar investasi industri peleburan baja menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Ternyata, menurut Suryawirawan, aturan tersebut bukan wewenang Kementerian Perindustrian, melainkan Badan Koordinasi Penanaman Modal lantaran menyangkut urusan investasi. Namun, dihubungi secara terpisah, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea malah mengatakan aturan teknis tetap menjadi ranah Kementerian Perindustrian. ”BKPM yang melaksanakan.”

Mengapa Harus Berteriak Bag3

Sebab, berteriak memerlukan tenaga yang lebih banyak daripada dengan tidak berteriak. Biasanya yang diteriakan hanya beberapa kata saja, bukan kalimat panjang. “Jadi, berteriak tak sama dengan berbicara memakai kosakata lengkap dengan melibatkan kemampuan berpikir anak,” terang Woelan. Berteriak bukanlah cara berkomunikasi yang baik sebab anak perlu berbicara dengan runtut untuk menjelaskan sesuatu yang terjadi atau yang sedang ada di pikirkan.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Karena orangtua yang paling tahu mengapa anak berteriak, maka orangtua pula yang perlu menggali penyebabnya untuk membantu anak menyelesaikan hal tersebut. Misal, bila anak selalu berteriak saat minta tolong, kita perlu menjelaskan kepada anak cara meminta tolong yang benar. Pertama-tama, untuk meminta tolong anak harus memerhatikan bahwa orang yang akan dimintai tolong tersebut jaraknya dekat dan dapat memerhatikan dirinya.

Jika tidak, ia harus mendekati orang tersebut agar mendapatkan perhatiannya. Anak juga harus paham, orang dewasa yang tak memerhatikan mereka, belum tentu mereka tidak sayang kepada mereka, namun mungkin tengah mengerjakan sesuatu yang memerlukan konsentrasi. Karenanya, tentu anak boleh saja menerima bantuan orang, namun perlu mendapatkan perhatiannya terlebih dahulu. Antara lain dengan cara mendekati, bukan berteriak-teriak. Semoga, si batita kini tak lagi berteriak-teriak, ya, Ma.

Tidak Selalu Tanda Adhd

Perilaku berteriak memang sering ditunjukkan oleh anak yang menderita Attentien deficit Hyperactivity disorder (ADHD) atau Attention deficit disorder (ADD). Namun, berteriak bukanlah satu-satunya gejala yang menandakan ADHD/ ADD. Gangguan perkembangan ini menyebabkan peningkatan aktivitas motorik pada anak yang menyandangnyah muncul aktivitas yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Jadi, tak hanya suka teriak.

“Sikap berteriak ini berhubungan dengan kesulitan anak ADHD/ADD mengendalikan impulsivitas yang ada pada dirinya, seperti ketika dirinya tidak mendapatkan apa yang diinginkan, anak dengan ADHD/ADD akan langsung berteriak dan menunjukkan kemarahan,” ujar Woelan. Pemeriksaan lebih lanjut, dengan dokter atau psikolog, dibutuhkan untuk melihat ada/ tidaknya kaitan antara perilaku berteriak anak dengan gejala ADHD/ADD. Woelan menegaskan, “usia dan kemunculan gejala lainnya akan sangat menentukan penegakan diagnosis ini, sehingga kita tidak bisa gegabah menentukannya.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Setelah Debora Meninggalkan Mitra Bag6

”Oleh admin disebut Rp 11 juta,” kata Birgaldo. Pagi harinya, Rudianto mendapatkan tambahan Rp 2 juta dari bos istrinya yang bekerja di salah satu perusahaan ekspedisi di Jakarta. Penjual air isi ulang itu kembali meminta pihak rumah sakit memindahkan anaknya dari ruang IGD ke ruang PICU. Pihak rumah sakit menolak dengan alasan pelunasan di muka sudah menjadi kebijakan rumah sakit.

Rudianto mencoba mencari ruang pediatric intensive care unit ke rumah sakit lain. Ia sempat mendatangi Rumah Sakit Hermina, Kalideres, Jakarta Barat. Tapi ruang PICU di rumah sakit itu penuh. Rudianto pun bergeser ke Rumah Sakit Cengkareng. Lagi-lagi ia harus kecewa karena ruangan yang sama di rumah sakit itu juga sudah penuh.

Setelah Debora Meninggalkan Mitra Bag5

Irene menjelaskan, rumah sakit itu tak bekerja sama dengan BPJS. ”Bu Henny menyanggupi bayar tunai,” ujar Birgaldo. Henny lalu meminta suaminya mengurus pembayaran. Di bagian administrasi, Rudianto diterima petugas jaga, Ifa dan Tina. Petugas tadi menyodorkan kertas berlaminating yang berisi daftar tarif pelayanan. Untuk ruang PICU dipatok tarif Rp 19,8 juta. Karena berangkatnya tadi terburu-buru, kedua orang tua Debora tak membawa uang.

Dengan jarak rumah sakit dan tempat tinggal mereka cukup dekat, Rudianto pulang mengambil dompet ke rumah. Tapi ia hanya bisa membawa uang Rp 5 juta. Rudianto berjanji kepada pihak rumah sakit melunasi pembayarannya pada keesokan harinya. Setelah berkomunikasi dengan atasannya, anggota staf administrasi memberi tahu jumlah uang yang harus dibayarkan orang tua Debora malam itu.

Keberhasilan Jadi “Obat” Kegagalan Bag2

Kesuksesan dan kegagalan menghadapi momen-momen pen ting dan berharga diterimanya dengan ikhlas dan bahagia. Bagi Della, menyusui adalah momen pa ling berkesan saat ia menjadi seorang ibu karena ada persepsi kuat yang tertanam bahwa ibu merupakan “sumber kehidupan” bagi anak di tahun-tahun pertama.

“ lowongan kerja di Jerman untuk lulusan SMA dengan program ausbildung di Jermansat-jakarta

“Anak yang baru saja lepas dari rahim ibu, ketergantungannya akan kehadiran, kedekatan, dan kelekatan fi siknya denganku sangat kuat. Menyusui adalah cara paling efektif untuk mengetahui bahwa seorang anak merespons kehidupan. Aku bisa tahu, mereka masih bernapas, mengonsumsi asupan, dan bergerak karena ada isapan yang ‘kuat’ sehingga meyakinkan diriku bahwa mereka optimis untuk hidup,” paparnya.

Namun, ia pun pernah sempat membuatnya merasa “capek” dan “tak berharga” menjadi ibu. Menurutnya, hal yang paling sulit diterima para mama adalah ketika anak sudah menjadi lebih besar, bukan bayi lagi, terutama usia 2–3 tahun. Pada usia ini, menurut pengamatan Della, anak-anak mulai “banyak ulah” karena merasa serbabisa. Baru saja rasanya mereka bergantung penuh pada kita, kali ini mereka mulai merasa “tidak butuh” ibunya.

Apa yang kita pilihkan dan berikan “ditolak” mentah-mentah, padahal awalnya mereka menikmati begitu saja tanpa protes yang berarti. “Saya akui, hal ini sempat membuat saya frustrasi dan marah karena mereka tampil lebih agresif dan menampilkan ekspresi ‘menyebalkan’. Tanpa disadari kita jadi selalu naik darah dan lupa bahwa mereka hanya makhluk kecil yang sedang ‘menguji coba’ keterampilanketerampilan sosi al yang baru saja dikuasai lewat proses meniru.

Beruntung ada ilmu pengetahuan tentang pengasuhan anak di usia dini yang dikemas dalam buku Si Raja dan Ratu Mama di Usia 2–3 Tahun. Buku ini begitu banyak memberi penyadaran pada saya bahwa perilaku ‘menyebalkan’ dan memancing naik darah ini ternyata indikator bahwa mereka sedang menambah keahlian. Di kala senyap, saya berpikir dan sering mengingatkan diri sendiri, justru hal ini harus muncul pada setiap anak, termasuk anak-anakku, untuk memastikan bahwa mereka menghargai dirinya. Kelak inilah yang menjadi modal kepercayaan diri di masa dewasanya.”

Keberhasilan Jadi “Obat” Kegagalan

Semakin mama merasa gagal, hampir dipastikan bahwa tekanan yang dirasakan juga besar. Lebih baik, enjoy saja Ma! Apakah Mama juga pu- nya cerita tersendiri akan pe rasaan gagal sebagai seorang ibu? Kabar baiknya Ma, pe rasaan pernah gagal mengasuh si kecil, ternyata dialami oleh ibu mana pun.

“ tempat terbaik kursus bahasa Jerman di Jakarta dengan biaya murah “ sat-jakarta.com

Namun menurut psikolog Viera Adella, MPsi, harap diwaspadai, ketika rasa gagal itu menjadi terlalu dalam dan semakin dihayati hampir dipastikan tekanan yang dirasakan Mama juga semakin besar. Penyebab rasa gagal yang berlebihan, lanjut psikolog yang akrab disapa Della ini, bisa dilihat dari dua faktor. Pertama, bisa karena jauh di dalam dirinya (internal), Mama punya kadar kecemas an yang tinggi (tipe pribadi pencemas, pemasang target tinggi, atau perfeksionis).

Kedua, karena faktor di luar diri Mama (eksternal). Misal, adanya tuntutan ideal dan terlalu tinggi dari pihak-pihak sekitar (orangtua, mertua, lingkungan tempat tinggal), dan sebagainya. Untuk mengatasi kecemasan yang berasal dari faktor dari dalam diri, saran Della, sebaiknya Mama mengikuti program manajemen stres dengan didampingi oleh profesional ataupun bidang-bidang khusus penye lenggara program relaksasi seperti, yoga center, spa, dan sebagainya.

Jika stres disebabkan oleh faktor eksternal, Mama bisa melakukan diskusi dengan pihak-pihak terkait demi mendapatkan pertolongan/bimbingan. Carilah figur yang enak diajak berdiskusi, dan janganlah malu membuka semua kesulitan yang ada. Jadikan hari-hari Mama bersemangat untuk menguji coba atau menerapkan saran-saran praktis mereka, kemudian ukur dan laporkan perkembangannya.

“Menyenangkan ketika bisa mendapatkan pujian dari orang-orang tersebut karena mereka yang semula ‘meragukan’ kemampuan kita, pada akhirnya mengakui keberhasilan kita meski prosesnya bertahap. Satu hal yang tidak boleh ditinggalkan, tetaplah berdoa dan mohon petunjuk Tuhan karena anak merupakan ‘titipan Tuhan’ sehingga yakinlah bahwa jika kita berikhtiar dan tawakal, maka akan dibukakan jalan.”

Gagal & Sukses

Tak melulu menasihati atau memberikan konsultasi kepada orang lain saja, se bagai ibu, Della pun sempat mengalami seribu kesuksesan dan seribu kegagalan. Della bercerita, di masa-masa awalnya menjadi ibu, ia juga menemui berbagai kendala dan tantangan Ya, samalah seperti halnya dengan mamamama lainnya.

Nasi ayam KedewataN iBu maNgKu

Belum lengkap rasanya jika saat melancong ke Ubud, tanpa mampir ke kedai Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Kedai makan yang selalu ramai pengunjung di siang hari ini, menawarkan cita rasa berbeda pada sajian nasi ayamnya. Bahkan tak jarang pengunjung asal Bali pun kerap tak kebagian saat akan membeli nasi ayam di kedai ini, saking ramainya. “Saya tinggal sudah lama di Denpasar, tapi belum pernah mencoba makan di warung nasi ayam Ibu Mangku karena selalu ramai pengunjung,” ujar seorang warga sekitar. Seporsi nasi ayam di kedai yang laris manis ini terdiri dari nasi, sepotong daging ayam, telur pindang setengah potong, sate lilit daging ayam, jeroan (ati dan ampela), irisan kulit ayam, tumis kacang panjang yang dicampur parutan kelapa, plus sambalnya yang dikenal super pedas.

Uniknya lagi, sajian nasi ayam komplet tadi masih dilengkapi taburan kacang tanah goreng serta siraman bumbu kari, yang sekilas mirip sayur kerecek pendamping sajian gudeg khas Yogyakarta. Cita rasa nasi ayam dengan taburan kacang tanah goreng ini menjadikannya unik sesampainya di mulut. Bila dibandingkan sajian nasi rames pada umumnya, nasi ayam ini memiliki porsi sedikit lebih kecil. Namun begiu, pengunjung bisa memesan dengan memisahkan nasi dan aneka lauknya. Bahkan pengunjung juga bisa menambah porsi sate lilit atau telurnya. Bagi Sajiers yang tak suka lauk jeroan, bisa memesan nasi ayam tanpa tambahan jeroan ayam. Untuk menikmati seporsi Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku yang sangat populer di Bali ini, Sajiers perlu menebusnya seharga Rp 25 ribu

Catering Bubur Ayam dan Nasi Tumpeng Jakarta

Catering Bubur Ayam dan Nasi Tumpeng JakartaJika pada umumnya bubur nasi disajikan bersama toping suwiran daging ayam, berbeda halnya dengan bubur khas Bali. Kendati tekstur bubur nasinya sama saja seperti bubur nasi pada umumnya. Namun yang unik pada sajian bubur bali adalah topingnya dan cara penyajiannya. Sajiers tentu sering melihat pedagang bubur ayam menyiramkan kuah kuning ke atas bubur nasinya. Nah, di Bali, bubur nasinya diberi toping aneka sayuran rebus, seperti daun singkong, kacang panjang, dan taoge yang disiram bumbu kalas, yakni bumbu yang terbuat dari kencur, ketumbar, bawang merah, dan bawang putih yang dihaluskan lalu dicampur parutan kelapa.Toping sayuran bersiram bumbu kalas ini menjadi tampak serupa urap, dengan cita rasa kaya rempah yang khas bali. Sebagai pelengkapnya, Sajiers bisa menambahkan sepotong telur rebus. Semula, bubur bali disajikan di atas alas daun pisang.

Namun seiring waktu, banyak pedagang bubur bali yang kini memilih menyajikannya di atas alas kertas nasi, demi kepraktisan. Bahkan bagi yang ingin membawa pulang buburnya, si pedagang akan membungkusnya dengan kertas nasi tadi, mirip membungkus nasi uduk. Seporsi bubur bali tanpa telur rebus, harganya Rp3 ribu saja. Bila ditambah telur, harganya menjadi Rp 5 ribu per porsi. Sangat terjangkau, ya? Bubur bali mudah ditemui di sejumlah pasar tradisional di Bali, seperti Pasar Ubud, Pasar Sukmawati, Pasar Gianyar, atau Pasar Peliatan di Ubud. Untuk mencicipinya, Sajiers harus menuju ke sejumlah pasar tradisional di pagi hari untuk menu sarapan. Atau di sore hari, para penjual bubur bali banyak menjajakan buburnya di tepi Jalan Cok Gede Rai, Ubud, Gianyar.