Fakta Tentang Minuman Bersoda Bag2

Kemudian, karena kandungan utamanya soft drink adalah kalori sedang unsur gizi lainnya tidak ada, minuman ini bisa berisiko memengaruhi pada berat badan anak. Nah, jika anak kegemukan ditambah pola makannya buruk, untuk mengatasi masalah berat badan bisa menjadi lebih sulit. Akibatnya, kegemukan ini dapat menetap hingga ia dewasa. Bagi anak perempuan, obesitas bisa jadi memicu ia mengalami menstruasi lebih awal/dini.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Efek lainnya dari kegemukan ialah anak-anak akan menjadi cenderung lebih malas atau lambat. Ia lebih memilih aktivitas ringan dan mudah lantaran tubuhnya sudah kegemukan. Persoalan ini lebih sering dialami pada waktu usia remaja. Kelak saat dewasa, justru problem kesehatan yang akan lebih menonjol. Adapun masalah kegemukan yang berlanjut ini dapat berisiko terjadi penyumbatan pembuluh darah. Ujung-ujungnya bisa mengakibatkan terkena serangan jantung koroner dan stroke pada usia dewasa. Ini menjadi sebuah masalah yang perlu dikhawatirkan bersama, apalagi bila minum soft drink telah menjadi kebiasaan.

Bukan hanya perkara kegemukan atau obesitas, beberapa pihak menilai minuman bersoda dapat menimbulkan osteoporosis karena adanya penggunaan asam fosfat yang terkandung di dalamnya. Dikatakan, soft drink bisa menimbulkan ketidakseimbangan rasio normal kadar kalsium dan fosfat dalam tubuh. Sebagai informasi, dalam satu kaleng minuman bersoda ukuran 240 ml terkandung sekitar 41 mg fosfat.

Nah, sebenarnya, dalam beberapa jenis bahan makanan yang kita konsumsi juga terkandung fosfat. Maka bila anak mengonsumsi soft drink secara rutin, berisiko menyebabkan kadar fosfat dalam tubuh menjadi tinggi. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan rasio normal antara kadar kalsium dan fosfat didalam tubuh. Dampak selanjutnya, ketidakseimbangan tersebut menimbulkan penye rapan kalsium tak optimal dan berujung pada masalah osteoporosis.

BIJAK MENYIKAPI Tentunya Mama Papa perlu bijak melihat fenomena ini. Sebenarnya, sepanjang mengonsumsi minuman bersoda ini tidak menjadi kebiasaan setiap hari, maka tidak masalah. Tetapi akan lebih baik lagi bila kita dapat menyediakan bagi anak minuman yang tak hanya nikmat menyegarkan, tapi juga mengandung gizi seperti susu atau orange juice. Asal Mama Papa tahu, orange juice mengandung vitamin C hingga 50 mg. Ini bisa memenuhi kebutuhan harian anak yang sekitar 45 mg per hari.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *