Pindah Dokter, Benarkah Sulit? Bag3

Lalu, ayat 2 berbunyi: rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat 1 harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh dokter atau dokter gigi dan pimpinan sarana pelayanan kesehatan. Hak pasien atas isi rekam medis ini juga ditegaskan dalam Pasal 52 UU Praktik Kedokteran butir e bahwa pasien, dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran, mempunyai hak mendapatkan isi rekam medis.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Aturan mengenai isi rekam medis diatur lebih khusus dalam Pasal 12 Ayat 2 dan 3 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. Pasal ini mengatakan, isi rekam medis merupakan milik pasien yang dibuat dalam bentuk ringkasan rekam medis. Dalam Ayat 4 Permenkes yang sama disebutkan pula, ringkasan rekam medis dapat diberikan, dicatat, atau di-copy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien, orang yang diberi kuasa oleh pasien atau keluarga pasien, dan orang yang mendapat persetujuan tertulis dari pasien atau keluarga pasien.

Jadi, dari sederet aturan di atas, bisa disimpulkan bahwa Mama boleh dan berhak tahu isi rekam medis yang dibuat oleh dokter. Mama juga boleh meng-copy dan mencatatnya, serta mendapatkan ringkasannya. Sedangkan rekam medis yang asli adalah milik dokter atau instansi layanan kesehatan tempat Mama memeriksakan diri, yang harus disimpan baik-baik dan dijaga kerahasiaannya. Kalau, misalnya, Mama terlalu lelah atau berhalangan meminta isi rekam medis, Mama boleh mewakilkannya kepada keluarga atau orang lain yang Mama beri kuasa atau persetujuan tertulis.

Namun, tentang keluarga yang mana yang berhak mewakili Mama meminta rekam medis, tidak dijabarkan dalam aturanaturan di atas. Untuk amannya, Mama bisa mengacu pada UU Praktik Kedokteran dalam Pasal 45 Ayat 1. Pada prinsipnya, yang berhak memberikan persetujuan atau penolakan tindakan medis adalah Mama sendiri. Namun, apabila Mama berada di bawah pengampuan alias berhalangan (under curatele), maka persetujuan atau penolakan tindakan medis dapat diberikan oleh keluarga terdekat, antara lain suami/ istri, ayah/ibu kandung, anak-anak kandung atau saudara-saudara kandung.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *