Kolaborasi Demi Publik Bag2

Maka sejak pertengahan Juli lalu Tempo dan BBC mulai menemui narasumber satu demi satu. Mula-mula tim mencari dan berbicara dengan pegawai serta bekas anggota staf di Pizza Hut dan Marugame Udon. Semuanya menolak dikutip secara terbuka. Para pembocor ini berulang kali ditemui untuk memverifkasi dokumen sekaligus menguji konsistensi keterangan yang diberikan. Tak ada yang berubah.

Malah seorang mantan petinggi di Pizza Hut menunjukkan dia memiliki dokumen serupa dan bukti-bukti lain yang menguatkan. Menurut dia, sejumlah e-mail mengenai perpanjangan masa kedaluwarsa juga beredar di antara pegawai dan petinggi restoran. Tim investigasi juga mewawancarai dan berdiskusi dengan Deputi Pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan Suratmono, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi, serta ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor, Purwiyatno Hariyadi.

Kolaborasi Demi Publik

Ajakan investigasi itu datang pada awal Juli lalu. BBC mengontak Tempo bersama setelah media yang berkantor pusat di London itu menerima sejumlah dokumen Atas dasar kepercayaan, untuk melakukan liputan dari pembocor. Isinya mengenai dugaan penggunaan bahan kedaluwarsa dalam makanan yang dijajakan jaringan restoran waralaba di bawah Sriboga Food Group.

”Melalui kemitraan semacam ini kami bisa mengungkap kebenaran mengenai persoalan yang menyangkut kepentingan publik dan menyajikan berita yang layak serta dibutuhkan pembaca dan pemirsa,” kata Rebecca Henschke, Service Editor BBC Indonesia, Rabu pekan lalu. Kolaborasi seperti ini pernah terjadi, antara lain, saat sejumlah media di seluruh dunia, termasuk Tempo dan BBC, mengungkap skandal Panama Papers.

Gaya Asuh Orangtua Fondasi Bagi Karakter Anak

“Tak akan pernah ada orangtua yang bisa memberikan pola asuh sempurna kepada anaknya, pasti ada plus minusnya.” (Gita Gutawa). Seperti kata Gita Gutawa, benarkah tidak ada orangtua yang bisa menerapkan pola pengasuhan dengan sempurna?

Baca juga : Kerja di Jerman

Padahal, cara kita membesarkan anak akan sangat memengaruhi pembentukan karakternya; apakah akan tumbuh menjadi pribadi penuh percaya diri ataukah minder, manja ataukah tangguh, dan egois ataukah empati. Mungkin yang dimaksud olehnya, pola asuh bukanlah juklak yang bisa langsung diterapkan dan berhasil, melainkan proses coba-coba yang mungkin saja salah pada awalnya. Dari sekian banyak cara orangtua mengasuh anak, ternyata ada 4 pola yang bisa kita kenali, yaitu otoriter, cuek (neglectful), permisif, dan demokratis (disebut juga autoritatif).

Otoriter identik dengan pola asuh yang kaku, permisif berarti serba membolehkan, neglectful meng abaikan, dan demokratis adalah pola asuh “tengah-tengah”. Mengapa digolongkan seperti itu? Simak penuturan Mama Atiek berikut. Ia mengakui selama ini pola asuh yang diterapkan pada anak tunggalnya, Amel, tidaklah bijaksana. “Sebabnya, buat saya Amel adalah kado terindah dari Tuhan yang kami tunggu selama 10 tahun setelah pernikahan. Apa pun yang Amel inginkan, kami berikan.

Hal-hal kecil seperti mengambilkan minum pun, saya lakukan. Kini Amel berusia 14 tahun, sudah remaja. Saya bisa melihat dampak gaya asuh yang saya dan suami telah terapkan. Amel tumbuh menjadi remaja yang suka bergantung kepada orang lain, mau menang sendiri, egois, jadinya banyak temannya yang menjauh darinya. Maksud kami hanya ingin membahagiakan putri semata wayang, akantetapi tak disangka, justru akhirnya Amel tumbuh menjadi anak yang tak bisa mandiri yang sering sekali merepotkan saya dan suami.”

Kisah Mama Atiek dan suaminya tadi bisa dibilang mewakili gaya pengasuhan permisif. Seperti diakui Mama Atiek, anaknya cenderung memiliki sikap disiplin yang rendah, kemandirian yang lemah, dan mudah teralihkan. “Orangtua yang suka membolehkan akan menjadikan anak tumbuh tanpa tahu adanya aturan. Ketika harus berjuang sendiri, anak akan mengalami kebingungan, sehingga keputusannya kerap berubah-ubah, berkesan plinplan.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Kelas Mainstream, feature Melimpah Buatan FIN888 Bodong

Kelas Mainstream, feature Melimpah Buatan FIN888 Bodong – Lenovo s580 ini terlihat sangat menarik dibalut material plastik dengan warna glossy yang mengkilap. Selain itu gadget ini juga menggunakan feature dual­sim. Cocok untuk pengguna saat ini yang biasanya sudah memiliki nomor lebih dari satu.

Ada yang unik pada smartphone kali ini, Lenovo menambahkan casing eksternal plastik yang menyelimuti bagian pinggir gadget dan pada bagian belakangnya terdapat sebuah tempat untuk dijadikan stand smartphone secara landscape.

Stand ini dibungkus dengan material karet yang dapat dibengkokkan untuk menyesuaikan kemiringan smartphone yang diinginkan. Stand tersebut dapat digunakan dengan mudah dan nyaman untuk kegiatan seperti menonton film ataupun sedang menjelajah Internet. Untuk feature kamera, Lenovo S850 dibekali dengan kamera 13MP.

Pengambilan gambar dengan kamera tersebut menghasilkan gambar yang sangat jernih. Bahkan dalam keadaan gelap sekalipun, kamera ini dapat menghasilkan gambar yang sangat baik. Hal tersebut dikarenakan smartphone ini memiliki LED flash yang dapat memberikan cahaya disekitar, sehingga pengambilan gambar dapat dilakukan lebih baik.

Hasil dari pengambilan gambar dengan kamera depan pun dapat dihasilkan dengan baik. . Performa yang diberikan oleh device Lenovo S850 ini terbilang cukup mainstream. Ujicoba yang kami lakukan dengan Antutu benchmark, angka yang dihasilkan adalah 18503. Angka tersbut tidak mencapai 20000 dan masih dibawah beberapa perangkat yang memiliki performa mid­high, namun hasil tersebut cukup memuaskan untuk sebuah smartphone kelas mainstream dengan feature yang melimpah.

Untuk kualitas pemrosesan gambar, mengujinya dengan 3DMark IceStorm (720p) dan mendapatkan angka 3155. Smartphone yang diberikan oleh Lenovo kali ini memiliki performa yang baik. Terutama untuk entertaiment dan multimedia perangkat ini nyaman digunakan. Ditambah dengan stand tambahan yang diberikan lenovo dapat membuat kenyamanan lebih dalam menggunakannya. Kaki belakang terbuat dari bahan lentur dibalut dengan material karet yang bisa dibuat menjadi stand.

Sumber : https://teknorus.com/