Generasi Net Sebuah Keunikan, Bukan Kesalahan Bag3

“Di tahuntahun 70—80-an, orangtua akan terang-terang an menyatakan alokasi dana keluarga bahkan untuk kepentingan yang paling sederhana seperti jatah beli sepatu, baju, atau buku untuk anggota keluarga. Tapi di masa kini, anak-anak ge nerasi digital ini hanya tahu bahwa ketika mereka meminta sesuatu, maka orangtua akan mendekati mesin ATM dan… horeeee! Uangnya keluar! Benar, kan?” tanya Della retoris.

Baca juga : ausbildung jerman

TAK PERLU PANIK Lalu apa yang menjadi kekhawatiran orangtua meng hadapi Generasi Net? Kekhawatiran yang paling dirasakan oleh Papa Bayu adalah adanya penyebaran segala bentuk pornografi dan pornoaksi yang saat ini mudah diakses. Makanya, ia sering melakukan komunikasi dan mendampingi kegiatan yang sedang dilaksanakan anak adalah solusi yang terbaik. Menurut Della orangtua memang tidak perlu menanggapi fenomena ini dengan panik. “Saya yakin, dengan bersatunya para orangtua dan pendidik dalam memberi tugas-tugas bagi anak, masalah ini akan dapat dikelola dengan lebih efektif.

Pelajari juga bagaimana negaranegara maju, seperti Jepang dan Amerika, yang tidak anti terhadap teknologi canggih, namun tetap mengetengahkan pelajaran-pelajaran terkait sikap mental atau etika untuk mengimbanginya. Sekolahsekolah PAUD di Jepang, misal, cenderung mengutamakan budaya antre, makan dengan rapi, sopan santun, selalu menyapa, sebagai materi pelajaran. Sementara Amerika mengajak anak-anak untuk membuat melodrama tentang sejarah berdirinya negara dan kehidupan para kepala negaranya. Film-fi lm yang beredar di bioskop pun diimbangi antara kecanggihan teknologi dan human nature seperti ketulusan, cinta dan kesetiaan, misalnya fi lm ‘Divergent’,” paparnya.

Papa Arif merupakan orangtua yang berusaha menahan arus informasi yang deras dan tak terkendali dari dunia maya, dengan memilihkan lembaga pendidikan yang pas. “Kami sengaja mencari sekolah yang metode pembelajarannya tidak terlalu akrab dengan internet dan gadget, sehingga aktivitas fi sik dan komunikasi nyatanya lebih dominan. Sekolah yang tidak memberikan tugas ini itu dari internet. Kalaupun ada tugas dari sekolah, tugas itu berupa pekerjaan yang harus diselesaikan bersama antara anak dan orangtua.” Di luar itu, Della meyakini Generasi Net haruslah dipan dang sebagai suatu keunikan dan bukan kesa lahan. Me reka tumbuh de ngan sederetan keterampil an teknis, ke ragaman rasa i ngin tahu, dan merupakan “pelanggan” yang menuntut kualitas pelayanan terbaik dan cepat. Nah, setelah paham karakter generasi net, tinggal bagaimana kita bisa bijak mendampingi mereka.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.