DETEKSI GEGAR OTAKLEWAT TES DARAH

DETEKSI GEGAR OTAK LEWAT TES DARAH Ketika si kecil terjatuh dan mengalami luka di kepala, biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes, termasuk CT scan, untuk memastikan anak tidak mengalami gegar otak. Padahal, jelas Dr. Linda Papa, Ahli Kedokteran Emergensi pada Orlando Health, Florida “Pemeriksaan CT scan membuat area otak anak terpapar radiasi, sehingga bisa menimbulkan kerusakan. Semakin kita menghindari CT scan, semakin baik untuk pasien.” Hasil studi yang dilakukan Papa berhasil mengembangkan sebuah tes darah yang bisa mendeteksi gegar otak pada anak. Dalam laporannya yang dimuat di jurnal Academic Emergency Medicine dijelaskan bahwa tes darah tersebut mengukur kadar glial fibrillary acidic protein (GFAP), yaitu sejenis protein yang ditemukan dalam sel-sel yang mengelilingi sel saraf di otak. Menurut Papa, saat otak mengalami cedera, GFAP akan dilepaskan ke dalam aliran darah, sehingga dapat dengan mudah dideteksi. Tes yang telah digunakan pada orang dewasa ini bisa mendeteksi cedera otak akibat trauma pada anak hingga 94%

SI KECIL ASMA? JAUHKAN DARI ASAPROKOK

SI KECIL ASMA? JAUHKAN DARI ASAPROKOK

Paparan asap rokok membuat si kecil yang menderita asma lebih berisiko terkena serangan, sehingga akan lebih sering dirawat di rumah sakit, demikian menurut studi dari Mayo Clinic Children’s Research Center. Studi yang dimuat di jurnal Annals of Allergy, Asthma and Immunology ini sekaligus menegaskan kaitan antara paparan asap rokok dengan meningkatnya penyakit asma, lemahnya kendali akan penyakit tersebut, dan semakin parahnya gejala yang diderita. “Dari studi ini diharapkan orangtua dapat memahami betapa bahayanya membiarkan anakanak terpapar asap rokok,” kata Avni Joshi, MD, Peneliti Senior Ahli Alergi dan Imunologi Anak pada Mayo Clinic Children’s Center. Pasalnya, anak-anak berisiko dua kali lipat untuk dirawat di rumah sakit saat asmanya kambuh jika masih ada anggota keluarga yang terus merokok

Baca Juga : Baca Juga : SAT Registration Jakarta