Ingin Tahu Manfaat dan Khasiat Brotowali? Simak Ini

Brotowali merupakan salah satu tanaman yang biasa dibudidayakan sebagai tanaman obat keluarga. Pada awalnya tanaman ini sebagaimana tumbuhan lainnya tumbuh liar.

Namun ketika sudah diketahui manfaat yang dimiliki oleh tanaman ini, mulai banyak masyarakat yang membudidayakannya dan menanamnya di pekarangan rumah.

Ciri tanaman obat ini antara lain menyukai daerah yang panas, bertulang daun mirip sirih, dengan daun tunggal dan memiliki tangkai. Adapun batang tanaman ini memiliki bintil-bintil yang banyak dan rapat.

Bila dirasakan, batang tanaman ini sangat pahit mirip rasa yang dimiliki daun sambiloto. Besarnya batang ini kadang sebesar jari kelingking sampai telunjuk manusia dewasa. Saat ini jika Anda ingin mengembangbiakkan tanaman ini, cukup dengan proses stek, maka tanaman ini bisa diperbanyak.

Sifat-sifat Tanaman Brotowali

Ada beberapa sifat yang dimiliki oleh tanaman brotowali, yang membuat tanaman ini dipercaya menjadi salah satu tanaman obat bagi keluarga. Kandungan alkaloid berberin dalam brotowali sampai saat ini masih dipercaya sebagai antiseptik dan bisa untuk menyembuhkan luka dengan cara membunuh bakteri.

Selain itu kandungan dalam brotowali yang lain adalah pikroretin, yang merupakan salah satu zat yang bisa digunakan untuk merangsang urat saraf dan juga dapat memperbaiki kerja pernafasan.

Sementara untuk sifat-sifat yang dimiliki oleh tanaman ini sangat beragam. Setidaknya ada lebih dari 5 sifat dari brotowali yang membuat masyarakat semakin yakin akan kandungan herbal yang dimiliki oleh tanaman ini.

Adapun sifat-sifat brotowali antara lain yaitu sebagai analgesik atau untuk menghilangkan rasa sakit, sebagai alkaloid atau flavonoid, sebagai antipiretik atau penurun panas, sebagai antioksidan atau melindungi dari radikal bebas, serta sebagai imunologi atau stimulus bagi sistem immune.

Sifat lain yang dimiliki oleh daun brotowali adalah antidepresan yakni bisa digunakan untuk menghambat depresif pada Anda. Kemudian juga bisa sebagai antiporotik yang bisa untuk menguatkan tulang, anti alergi, dan juga bisa sebagai anti neoplastik atau menghindarkan Anda dari penyakit tumor maupun kanker.

Sifat-sifat yang dimiliki brotowali ini akan dapat dirasakan khasiatnya dengan memanfaatkan batang dan daun brotowali.

Cara memanfaatkan daun brotowali sendiri yakni dengan merebus daun-daun muda brotowali dengan beberapa gelas air dan kemudian meminumnya. Khasiat brotowali akan dapat dirasakan dengan rutin meminum air rebusan tersebut.

Meskipun rasanya sangat pahit, tapi itulah yang khas dari batang dan daun brotowali. Dengan rutin mengkonsumsi air rebusan daun brotowali, ada beberapa manfaat brotowali yang bisa Anda capai, antara lain sebagai berikut:

1. Menambah Nafsu Makan

Anda mungkin sering menemui keadaan diri Anda atau anak atau bahkan saudara yang mengalami penurunan nafsu makan, bahkan tidak ingin memakan sesuatu sama sekali. Hal ini tentu karena banyak sebab, bisa karena sedang sakit atau memang karena nafsu makan sedang tidak ada.

Nah, bagi Anda yang mengalami hal demikian, sangat disarankan mengkonsumsi air rebusan dari batang dan daun brotowali ini. Sebagaimana fungsi temulawak, salah satu khasiat brotowali adalah sebagai penambah nafsu makan. Jadi ini sangat cocok juga untuk Anda yang tengah melakukan program penggemukan.

2. Menyembuhkan Luka

Ternyata daun brotowali juga mengandung alkohol yang bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan luka dan membunuh bakteri. Caranya yakni tidak dengan direbus, akan tetapi dengan menumbuk beberapa lembar daun, kemudian tinggal menempelkannya ke bagian yang luka. Selain daun, batang brotowali juga bisa digunakan untuk membersihkan luka.

3. Mengobati Penyakit Diabetes

Siapa yang tidak kenal dengan penyakit mematikan satu ini? Diabetes memang terkenal ganas dalam membunuh orang yang sudah terjangkit kelebihan gula ini. Biasanya jika tidak segera ditangani, penderita diabetes akan berakhir dengan kematian. Dengan rutin mengkonsumsi rebusan brotowali, kadar gula darah Anda akan dapat terkontrol.

4. Menyembuhkan Hepatitis

Hepatitis atau penyakit kuning adalah salah satu penyakit serius yang bisa disembuhkan dengan pengobatan herbal menggunakan rebusan daun dan batang brotowali secara rutin. Dengan mengonsumsi ¾ gelas sebanyak dua kali sehari, Anda akan bisa menghilangkan penyakit tersebut dari tubuh Anda dan keluarga.

5. Mengobati Rematik

Jika Anda mengalami peradangan pada sendi, bisa jadi itu adalah salah satu gejala rematik. Peradangan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, bahkan saat ini usia remaja pun bisa terserang rematik karena pola hidup yang salah.

Untuk meminimalisir gangguan rematik, Anda cukup rutin meminum ½ gelas air rebusan brotowali, baik batang dan daunnya.

6. Menghilangkan Jerawat dan Mencerahkan Kulit Wajah

Jika Anda menghendaki perawatan wajah yang alami dan anti efek samping, maka mencuci muka dengan air rebusan batang dan daun brotowali ini bisa jadi alternatif.

Dengan rutin menggunakan air rebusan brotowali, sel-sel kulit mati yang ada di wajah, termasuk bekas jerawat dan kusam akan semakin pudar dan menghilang. Tentu dengan perawatan yang rutin, kulit wajah Anda dapat cerah secara alami, tanpa obat-obatan dan tanpa efek samping.

Enam poin di atas hanya sebagian kecil dari segudang manfaat brotowali yang bisa Anda rasakan ketika rutin mengkonsumsinya. Sebagaimana ramuan herbal yang lain, brotowali memang memiliki rasa yang tidak enak di lidah, tapi khasiat brotowali bisa sangat berguna untuk Anda dan anak cucu Anda.

Tidak hanya bagian batang, bahkan daun brotowali bisa sangat mujarab untuk mengobati segala jenis penyakit kulit bahkan penyakit yang berujung kematian seperti tumor ganas dan kanker sekalipun. Manfaat brotowali akan dapat terasa maksimal apabila dikonsumsi sebagai minuman sehari-hari minimal dua gelas perhari.

Sistem Pendidikan di Jerman untuk Mahasiswa Internasional

Apakah sistem pendidikan di Jerman sama dengan Indonesia? Apa gelar yang didapatkan setelah menempuh pendidikan di Jerman? Ikuti ceritanya berikut

Apabila dikumpulkan, hampir 400 institusi berdiri di Jerman termasuk universitas merupakan perguruan tinggi yang ada. Semua 400 institusi tersebut baik negeri dan juga swasta menawarkan berbagai subjek menarik bagi mahasiswa internasional seperti dikutip dari Maxfieldreview.org.

Beberapa subjek atau jurusan tidak ada di Indonesia, dan bidang ilmu ini seringkali banyak diminati. Banyak dari mahasiswa baik lokal atau internasional lebih memilih untuk masuk ke universitas negeri daripada swasta. Hal ini disebabkan adanya biaya sekolah gratis untuk institusi negeri. 

Semua biaya pendidikan akan ditanggung oleh pemerintah apapun jurusannya. Ditambah lagi jurusan di universitas negeri lebih beragam daripada swasta. Hingga saat ini ada hampir 16.000 jurusan dengan gelar berbeda yang tersedia di perguruan tinggi di Jerman. Seorang calon mahasiswa dapat mendaftar ke 110 universitas dengan jurusan teknik. 

Tak hanya itu saja, jika menyukai ilmu pengetahuan alam, tersedia lebih dari 220 universitas dengan berbagai jurusan tersebut. Jika menyukai musik, terdapat 58 institusi berbeda yang mengajarkan seni musik, lukis, film, dll. Sisa dari universitas tersebut mengajarkan teologi dan bidang ilmu yang lain. 

Mengenal Gelar Pendidikan di Jerman dan Perubahannya

Apakah gelar yang diraih oleh mahasiswa di Jerman sama dengan Indonesia? Dahulu gelar yang didapatkan setelah menempuh pendidikan di Jerman berbeda. Namun setelah adanya  ‘Bologna Reform’ tahun 1997 sistem pendidikan di Jerman mengalami perubahan. Gelar yang didapatkan disetarakan dengan seluruh universitas di Uni Eropa. 

Persamaan gelar ini untuk mempermudah mahasiswa langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus. Peluang kerja semakin luas sehingga kebanyakan lulusan universitas Jerman dapat bekerja di ruang lingkung internasional. Seperti apakah gelar yang diterima dulu dan sekarang? Berikut ini penjelasannya. 

Magister Artium dan Diploma

Dahulu di Jerman tidak ada gelar sarjana dan magister. Para siswa biasanya lulus dengan magium artium dan diplom. Gelar tersebut kini sebanding dengan Master of Arts dan Master of Science. Kedua gelar ini di beberapa universitas masih digunakan karena masih dalam fase transisi. 

Sehingga mahasiswa dapat memutuskan untuk tetap menggunakan program lama atau baru. Jika memilih program lama, mahasiswa tidak harus menunggu satu fase lulus sarjana namun langsung mengambil gelar master dengan waktu yang lebih panjang. 

Gelar untuk menjadi guru

Tidak ada gelar khusus yang diberikan jika siswa ingin menjadi guru nantinya. Namun karena beberapa peraturan pemerintah yang ketat maka seseorang harus mengikuti ujian khusus. Ujian ini disebut dengan Staatsexamen jika ingin menjadi guru, pengacara dan seorang teolog. 

Selain lulus ujian dan mendapatkan gelar sarjana setidaknya, jika hendak mengajar juga harus memperoleh kualifikasi tambahan. Khususnya jika ingin mengajar di negara bagian lainnya. 

Sarjana dan Master 

Saat ini banyak universitas yang telah menggunakan dua gelar ini. Gelar ini lebih mudah didapatkan misalnya gelar B.A (Bachelor of Art) atau B.Sc (Bachelor of Science). Gelar sarjana akan diperoleh setelah menempuh tiga atau empat tahun pendidikan di universitas. Setelah itu Anda bisa mengikuti kuliah S2 untuk gelar Master yang ditempuh selama dua tahun.

Gelar master seperti M.A (Master of Art) atau M.Sc (Master of Science) akan memudahkan jika ingin melanjutkan perkuliahan ke lebih tinggi lagi untuk meraih gelar Pd.D. Semua universitas untuk mahasiswa internasional juga menawarkan berbagai gelar internasional dan dwi bahasa. 

Lebih dari 740 program yang diselenggarakan sebagian besar untuk memperoleh gelar master dan Ph.D. Bahasa yang paling populer digunakan adalah bahasa Inggris, dan juga kursus bahasa Perancis, Spanyol serat Italia.