Tablet Lenovo 6 inch

Tablet Lenovo 6 inch – Dalam percaturan industri smartphone dunia, nama Lenovo adalah big 10. Walaupun di Indonesia tampaknya baru mencari pola kembali. Namun sukses seri K900 mengantarkan Lenovo sebagai brand layak dihitung. Sudah punya tablet, kini terpikir untuk mendekati Samsung yang habis-habisan di kelompok phablet. Akhir tahun menendang lewat phablet seri S930 yang memiliki dimensi layar diagonal 6 inci. Ia ingin mengganjal Galaxy Mega agar tak berjalan sendirian. Kali ini Lenovo ingin memberdayakan produk lokal.

Salah satunya pemakaian chipset MediaTek dengan prosesor quad core 1,3 GHz. Sisi desain amat mendapat perhatian. Salah satu buktinya adalah mengemas sedapat mungkin bodi tipis. Hasil akhirnya adalah tebal 8,6 mm. Efeknya bobot toal hanya 170 gram. Namun Lenovo tampaknya tidak ingin terlalu jor-joran menampilkan “paket” terbaiknya. Misalnya hanya mau memberikan memori internal 8 GB saja. Meskipun phablet Jelly Bean ini menyediakan slot kartu memori. Juga kamera yang tidak perlu memakai 13 MP, alias cukup lah dengan 8 MP. Baterai berkapasitas 3.000 mAH disertakan.

ANDAIKAN BLACKBERRY PILIH BIEBER

ANDAIKAN BLACKBERRY PILIH BIEBER  – Siapapun tahu, Justin Bieber lahir dan besar di Kanada. Suatu kali, sebelum ia ngetop dan ditemukan oleh Scooter Braun
lewat video YouTube-nya, pernah menawarkan
diri untuk jadi semacam maskot promosi
BlackBerry. “Berikan aku 200 ribu dolar dan 20
ponsel, aku akan jadi duta merk Anda,” tawar
Bieber waktu itu.
Barangkali petinggi RIM (semasa sebelum
berubah jadi BlackBerry Inc) saat itu berpikir,
siapa elo? Kecuali Vincent Washington, Senior
Business Manager RIM kala itu. Ia menawarkan
ke tim marketing BlackBerry.

Baca Juga : Lowongan Kerja di Jerman

“Dia nih anak
Kanada, dibesarkan di sini. Pasti anak-anak
banyak yang suka dia,” tawarnya ke tim.
Orang-orang marketing hanya tertawa
lebar mendengar ocehan Washington. “Ah, anak
ini cuma iseng, pasti tak akan bertahan,” begitu
tanggapan salah seorang tim marketing.
Belakangan, BlackBerry malah memilih
Alicia Keys sebagai Direktur Kreatif. Namun,
ternyata tak memberi pengaruh besar bagi
perusahaan khususnya dalam konteks
penjualan. Bahkan akibat lebih jauh banyak posisi tinggi yang ditinggalkan.
Kini , Bieber adalah pengguna setia iPhone
yang memiliki penggemar sebanyak 45 juta di
Twitter. Coba kalau dulu Bieber tak dipandang
sebelah mata

Cara Baru Importasi Jagung Bagian 2

Secara garis besarnya Permentan ini lebih baik dan mudah-mudahan tidak ada lagi biaya ekonomi tinggi seperti demurrage dan lainnya,” ujarnya. Terkait Pasal 5 Bab 2 yang tidak mengikutsertakan GPMT sebagai unsur tim analisis kebutuhan yang hanya diwakili pemerintah dan aka – demisi, ia mengatakan, tetap pelaksa – naannya akan melibatkan asosiasi in – dustri produsen pakan ternak. “Kami tidak akan pernah meninggalkan ra – pat-rapat pengambilan keputusan atau penentuan data kebutuhan dll. Mudahmudahan setelah ini ada Juklak dan Juknis dan dalam pelaksanaannya GPMT selalu dilibatkan sesuai janji direktur pakan dalam acara sosialisasi dan public hearing,” ujarnya. Nasrullah, Direktur Pakan, Ditjen Pe ternakan dan Kesehatan Hewan da – lam public hearing terkait Permentan Nomor 57 tahun 2015 (23/11) menga – takan, latar belakang dari pembuatan permentan ini antara lain, kebijakan bidang pakan yang dibuat untuk menjawab tantangan pakan yaitu ketersediaan pakan dan keamanan pakan atau mutu, mendukung program Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau serta Restrukturisasi Perunggasan. “Setelah sebelumnya hanya SK Dirjen kini kekuatannya lebih tinggi yaitu Permentan,” jelasnya. Latar belakang lainnya, sambung dia, memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya lokal dan bahan baku pakan dari luar bersifat pilihan maka harus diatur dengan baik.

Permentan ini sesuai dengan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2009 dan Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 pasal 23 berbunyi setiap pakan dan atau bahan pakan yang dimasukkan dari luar negeri atau dikeluarkan dari da – lam negeri harus memenuhi ketentuan persyaratan teknis kesehatan he – wan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, kata Nasrullah, pakan ada – lah bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi dan berkembang biak. “Pakan ini terdiri dari hijauan dan campuran (olahan). Bahan pakan adalah hasil pertanian, perikanan dan peternakan atau bahan lainnya yang layak dipergunakan sebagai pakan, baik yang telah diolah maupun yang belum diolah. Bahan pakan tersebut terdiri dari asal tumbuhan atau disingkat (BPAT) dan asal hewan (BP-AH),” ungkap Nasrullah. Muladno, Dirjen Peternakan dan Ke – sehatan Hewan, Kementerian Perta – nian pada kesempatan yang sama menambahkan, importasi jagung selama ini diatur dalam SK Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan No.63/TN.240/Kpts/DJBPP/Deptan /2002 dengan SPP dan diajukan ketika kapal berangkat. Aturan ini terkesan “memaksa” pemerintah untuk me – nyetujui dan SK itu dicabut pada akhir September 2015. “Maka itu harus segera membuat penggantinya dengan Permentan ini,” jelasnya. Terkait penentuan jumlah importasinya, menurut Muladno, masih da – lam kewenangan Kementerian Perta – nian. Sebelumnya akan dihitung daerah mana yang kurang atau lebih kebutuhan jagungnya.

Cara Baru Importasi Jagung

Cara Baru Importasi Jagung – P er 25 November 2015 telah ter- bit Peraturan Menteri Per ta – nian (Permentan) Nomor 57/Per mentan/PK.110/11/2015 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Bahan Pakan Asal Tumbuhan ke dan dari wilayah Negara Republik Indo ne – sia. Permentan yang terdiri dari tujuh bab dan 44 pasal diterbitkan guna me – nata pasokan dan kebutuhan bahan ba – ku pakan terutama jagung, yang ke – ter sediaannya kian langka akhir-akhir ini imbas kebijakan pengetatan impor jagung. Setahun Empat Kali Sederet aturan terkait penyediaan ba – han baku pakan tercantum dalam Per – mentan ini. Pada Pasal 4 Bab 2 disebutkan tentang persyaratan pemasuk – an dan pengeluaran dikatakan pemasukan bahan pakan asal tumbuhan da – pat dilakukan oleh pelaku usaha. Pe la – ku usaha yang hendak melakukan pe – masukan bahan pakan asal tumbuhan harus memperoleh izin pemasukan da ri menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan. Menteri yang menyelengga – ra kan urusan pemerintahan di bi dang perdagangan dalam memberikan izin pemasukan setelah memperoleh RP-I (Rekomendasi Pemasukan) dari Di – rektur Jenderal terkait Lalu, pada Pasal 5 Bab 2 menyebut – kan Direktur Jenderal dalam mem – beri kan RP-I setelah mendapat saran dan pertimbangan dari Tim Analisis Kebutuhan.Tim ini dibentuk dengan Keputusan Menteri yang ditandata – ngani oleh Direktur Jenderal atas na – ma Menteri, dengan susunan keanggotaan terdiri dari unsur Direktorat Jen deral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Horti kul – tura,

Baca Juga : Lowongan kerja di Australia

Direktorat Jenderal Perkebunan, Badan Karantina Pertanian, serta perguruan tinggi. Kemudian pada Bab 3 disebutkan untuk memperoleh RP-I, pelaku usaha mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal melalui Kepala PPVTPP secara online dan apabila sesuai syarat administrasi akan di – sampaikan kepada Direktur Jenderal. Setelah itu, Direktur Jenderal setelah menerima permohonan melakukan kajian teknis dalam jangka waktu pa – ling lama 3 hari kerja harus memberi – kan jawaban permohonan ditolak atau permohonan disetujui. Masa berlaku RP-I selama 10 hari kerja sejak diterbitkan. Kepala PPVTPP setelah me – nerima RP-I dalam jangka waktu pa – ling lama 1 hari kerja harus menyampaikan RP-I kepada Pelaku Usaha melalui Indonesia National Single Window (INSW). Permentan ini juga mengatur 4 periode dalam satu tahun untuk pemasukan jagung. Periode pertama ber – laku mulai 1 Januari sampai dengan 30 Maret. Periode kedua berlaku mulai 1 April sampai 30 Juni. Periode ketiga berlaku 1 Juli sampai 30 September. Periode keempat berlaku mulai 1 Oktober sampai 31 Desember. Permo – honan Pemasukan disampaikan paling lambat satu bulan sebelum masa periode berlaku. Tanggapan Pemangku Kepentingan Menanggapi hadirnya Permentan ini, Desianto B. Utomo selaku Sekre – taris Jenderal GPMT (Asosiasi Pro – dusen Pakan Indonesia) menilai, de – ngan adanya kebijakan ini ini peraturan impor jagung ini bisa lebih tertata. Selama ini, ada dua hal yang mengganjal yaitu pertama tentang SPP (Surat Persetujuan Pemasukan) yang terbit setelah kapal datang atau berjalan. Padahal, seharusnya terbit sebelumnya. “Jangan sampai kita disalahkan se perti dulu, dibilang salah sendiri be – lum ada izin impor sudah melakukan impor,” cetusnya. Masih menurut Desianto, rencana pemasukan bahan baku pakan tidak perlu dilakukan pengajuannya setiap pengapalan, tetapi per 3 bulan. Se – hingga, memberikan peluang supaya bisa mengatur perencanaan impor ja – gung perusahaan produsen pakan selama 3 bulan kedepan. “Kita butuh berapa,di pelabuhan mana dan dari negara mana ekspornya.