DUCATI CALON JUARA DUNIA

DUCATI CALON JUARA DUNIA – Masih membekas kemenangan spektakuler pembalap Ducati Team, Andrea Dovizioso di sirkuit Mugello, Italia (4/6). Pembalap Italia, dengan motor Italia di sirkuit Italia memang menjadi sebuah kenangan manis tersendiri bagi tim yang bermarkas di Bologna, Italia tersebut. Kemenangan Andrea Dovizioso pun terulang pada putaran ketujuh MotoGP yang digelar di sirkuit Catalunya, Spanyol (11/6). Pada balapan yang digelar sebanyak 25 lap tersebut, Dovizioso baru mengambil posisi terdepan pada lap ke-17. Ia mempelajari gaya balap pembalap tuan rumah, Dani Pedrosa (Repsol Honda Team) yang kerap memimpin balapan.

Sampai pada akhirnya, Dovizioso yang memimpin balapan tidak tersusul hingga memasuki lap terakhir. “Akhir pekan yang aneh bagi setiap pembalap, perubahan layout sirkuit saat hari Sabtu, ditambah suhu aspal yang tinggi makin melengkapi keanehan akhir pekan ini di Catalunya. Sebab suhu aspal tidak setinggi ini (saat sesi latihan) membuat ban mudah tergerus, hal ini juga yang membuat saya memilih ambil alih posisi pertama pada pengujung balapan,” ungkap Dovizioso. Terakhir kali Ducati meraih dua kemenangan beruntun pada 2010, lewat kemenangan Casey Stoner di Aragon (Spanyol) dan Motegi (Jepang).

ATUR RITME BALAP

Masalah pemilihan ban dan layout sirkuit memang menjadi problema bagi beberapa pembalap, namun hal ini benar-benar ditangani baik oleh Dovizoso dan tim. Di Mugello yang terkenal memiliki trek lurus dengan panjang 1,1 km dinilai cocok dengan Ducati. Kesan ‘jagoan di trek lurus’ pun dibantah di Catalunya pekan ini. Karakter sirkuit yang memiliki 16 tikungan ini stop and go, serta diwarnai chicane yang butuh pengereman keras serta highspeed corner. Secara statistik, ini bukan sirkuit yang ideal bagi Ducati “Semua pembalap mengalami masalah abrasi ban yang tinggi, hanya saja kami diuntungkan dengan kecepatan motor kami saat memasuki trek lurus. Itu yang bisa memangkas jarak,” sambung pria berkumis ini.

Memang tak hanya Dovizioso, rekan setimnya, Jorge Lorenzo pun lebih baik pada penghujung balapan. Seperti ketika pembalap dengan julukan ‘Por Fuera’ ini berhasil fnish di posisi 4 dengan keadaan motor yang ?uktuatif. Bagus di awal, menurun di pertengahan lomba dan kembali meningkat menjelang balapan selesai. Rahasianya? Mengatur ritme balapan dan untuk di trek lurus seperti yang dijelaskan Dall’igna itu rahasianya. Dengan kemenangan ini, Marc Marquez yang meraih podium kedua pun sampai memberikan kesaksian bahwa Dovi dan Ducatinya layak menjadi juara dunia. “Kini dia (Dovizioso) masuk ke peringkat 2 klasemen sementara dengan performa yang bagus. Sudah menjadi pembuktian kalau ia juga layak menjadi juara dunia. Kami kini penasaran dengan performanya yang akan ia tunjukan di Assen (Belanda) dan Sachsenring (Jerman),” sebut Marquez.